Tips Sehat Begadang Saat Nonton Euro 2012

13 Juni 2012

Tips Sehat Begadang Saat Nonton Euro 2012 - Pesta sepak bola Piala Eropa berlangsung selama 25 hari mulai 8 Juni hingga 2 Juli 2012. Selama itu pula, Anda harus  begadang sehingga memangkas jam tidur, yang akan  membawa efek negatif bagi kesehatan.

Hasil studi yang dilakukan Harvard School of Public Health mengungkapkan durasi tidur memiliki korelasi yang sangat signifikan dengan kondisi kesehatan. Korelasinya adalah berbanding terbalik:  semakin sedikit durasi tidur, Anda berpeluang besar mengalami berbagai gangguan kesehatan.
piala eropa 2012


Susan Redline, guru besar bidang kesehatan tidur Harvard Medical School, mengingatkan durasi minimal bagi  orang dewasa untuk tidur adalah 6 jam.

"Orang dewasa yang waktu tidurnya kurang dari 5-6 jam memiliki probabilitas 30% hingga 80% terhadap diabetes, serangan jantung, dan kematian dini," ujarnya dalam terbitan Breafing edisi 6 Maret 2012 di situs Harvard School of Publik Health.

Nah, sekarang mari kita hitung durasi waktu tidur yang harus 'terdiskon' ketika menikmati suguhan siaran langsung pertandingan Piala Eropa 2012 melalui RCTI ataupun Indovision, selaku pemegang hak siar untuk wilayah Indonesia.

Kita bagi pola 'diskon' waktu tidur itu menjadi dua segmen: babak penyisihan grup & babak perempat final—grand final. 


Fase babak penyisihan

Selama babak penyisihan grup yang berlangsung 8—20 Juni, Piala Eropa menggelar 24 pertandingan dengan sistem setengah kompetisi, sehingga kita sedikit tertolong karena tidak ada perpanjangan waktu pertandingan.

ke-24 pertandingan itu terbagi ke dalam dua segmen. Segmen pertama digelar 16 pertandingan dengan jadwal yang berbeda, sehingga Anda bisa menikmati seluruh pertandingan tersebut secara live.

Jam pertandingan sesi pertama digelar pukul 23:00—01:00 WIB, sedangkan sesi kedua mulai 01:45—03:45 WIB  (waktu istirahat dan ijury time ikut dihitung).

Sisa delapan pertandingan merupakan pertandingan terakhir Grup A,B,C,D yang dimulai serempak mulai pukul 01:45 selama 4 hari 17—20 Juni. Seperti biasa, pertandingan terakhir setiap grup sengaja digelar dalam waktu yang bersamaan. Tujuannya agar tidak terjadi pengaturan skor untuk pilih-pilih calon lawan dari grup terdekat.

Anda harus rela hanya bisa menikmati 4 dari delapan pertandingan secara langsung, karena sisanya mau tak mau menjadi siaran tunda.

Ini sebenarnya positif bagi kesehatan, karena Anda justru memiliki kesempatan tidur sebelum menonton pertandingan terkahir grup, sehingga durasi tidur bisa ditambah.

Fase perempat final—grand final

Selepas fase penentuan juara dan runner-up grup, kita bisa memikmati 'libur Piala Eropa' selama sehari pada kamis 21 Juni, karena tidak ada pertandingan yang digelar.

Pertandingan baru dimulai Jumat 22 Juni dengan menggelar partai perempat final hingga grand final. Format pertandingan dengan sistem gugur. Artinya harus ada yang kalah dan tidak boleh ada hasil seri.

Kalau terjadi hasil seri selama waktu normal 90 menit, harus diadakan perpanjangan waktu 2 x 5 menit. Kalau masih seri dilakukan adu penalti.

Fase itu sangat menguras energi kita untuk begadang, karena Anda harus siap-siap meluangkan waktu nongkrong di depan TV selama 2,5 jam untuk perpajangan waktu 2 x 15 menit dan sedikitnya 3 jam kalau harus menonton pertandingan dengan adu penalti.

Pertandingan perempat final digelar selama empat hari atau Jumat 22 Juni-Senin 25 Juni  pukul 01:45 untuk memilih 4 tim yang berhak masuk semi final.

Taruhlah kita ambil waktu menonton rata-rata 2,5 jam (dengan perpanjangan waktu 2 x 15 menit). Artinya, pertandingan selesai pukul 4:15 WIB. Bagi umat muslim, ini waktu rentan kalau dipaksakan tidur, karena Anda bisa melewati waktu sholat Subuh.

Setelah babak perempat final selesai, Anda memiliki waktu istrihat cukup panjang, yaitu 2 hari 'libur Piala Eropa', karena pertandingan semi final baru digelar Kamis 28 Juni pukul 01:45. Pertandingan semi final ke-2 digelar Jumat 29 Juni pada jam yang sama.

Kemudian, Anda kembali memiliki waktu 'libur Piala Eropa' selama 2 hari sebelum mengikuti pertandingan puncak atau grand final Senin 2 Juli pukul 01:45 WIB. 

Siasati durasi tidur

Jika dihitung secara total dari babak penyisihan grup hingga grand final, Anda akan disuguhi 31 pertandingan. Dengan rincian 27 siaran langsung dan 4 siaran tunda, karena pada pertandingan terakhir grup, dua pertandingan dalam satu grup digelar pada waktu yang bersamaan.

Nah, bagaimana kita bisa menikmati 31 pertandingan tersebut tanpa harus terganggu kesehatan kita? Ingat 25 hari bukanlah waktu yang sebentar dan metabolisme tubuh kita bisa berubah.

Mau tidak mau kita harus membuat jadwal tidur yang ketat untuk memenuhi ketentuan minimal 6 jam seperti yang dikatakan  Profesor Susan Redline dari Harvard Medical School.

Kita bisa memanfaatkan tiga sekuen atau sesi untuk tidur. Pertama, sebelum pertandingan Anda memiliki peluang tidur dengan durasi 4 jam jika Anda bisa tiba di rumah sebelum pukul 19:00.

Kedua, jeda waktu selama 45 menit antara pertandingan pertama dan kedua bisa juga dimanfaatkan untuk tidur. Namun, dalam praktiknya biasanya susah untuk langsung tidur sehabis menonton pertandingan tim favorit Anda.

Ketiga, memanfaatkan waktu tidur dalam perjalanan dari rumah ke kantor. Anda yang memiliki kendaraan dengan sopir pribadi lebih beruntung. Karena Anda bisa membayar 'defisit tidur' 1-2 jam sebelum sampai di depan meja kerja.

Nah, bagi Anda yang harus mengendarai kendaraan sendiri, baik mobil maupun motor, ada baiknya Anda mengubah pola perjalanan dengan menggunakan angkutan umum.

Tujuannya tak lain adalah agar memungkinkan Anda tidur sepanjang perjalanan untuk membayar 'defisit tidur'.

Kalau perlu, gunakan kendaraan umum yang melalui kemacetan tetapi Anda mengatur waktu berangkat agar tidak terlambat. Anda bisa tidur nyenyak ketika Pak Sopir terkantuk-kantuk saat melewati belantara kemacetan.

Nah, silahkan Anda mengutak-atik alokasi waktu tidur pada tiga sekuen jadwal tersebut agar durasi tidur tidak mengalami defisit. Mudah-mudahan tips sederhana ini bisa sedikit membantu Anda. (bisnis.com)