Bangun Karakter Anak, Ajak Mereka Bermain

6 Agustus 2012

BERMAIN memiliki banyak manfaat bagi si kecil. Melalui aktivitas yang menyenangkan ini, seorang anak dapat mengeksplorasi berbagai hal positif yang dapat membantu perkembangan dirinya kelak.
 
 

Bermain merupakan salah satu kebutuhan krusial bagi anak. Tidak seperti anggapan sebagian orangtua bahwa bermain itu hanya buang-buang waktu. Sebenarnya, banyak keuntungan yang didapat seorang anak dengan bermain. Dengan bermain misalnya,akan membantu perkembangan motorik dan kemampuan kinestetik anak.

Selain itu, akan turut membantu perkembangan otak kanan yang memiliki dampak baik untuk kreativitas dan kecerdasan emosionalnya. Tanpa disadari, dengan bermain pun akan melatih kemampuan anak untuk bersosialisasi dan tentunya menambah rasa percaya diri. Semakin banyak teman, anak akan semakin banyak pengalaman dalam menghadapi berbagai macam permasalahan yang mungkin terjadi di kemudian hari. Adapun yang tak kalah penting, yaitu menanamkan nilai positif kepada anak akan lebih efektif dengan cara yang paling mereka mengerti dan menyenangkan, yaitu bermain.

“Nilai-nilai positif sangat penting untuk diperkenalkan sejak awal, di mana anak dapat mengembangkan dan mengimplementasikan di kehidupan sehari- hari mereka, termasuk dalam mengatasi permasalahan,” kata psikolog anak dari Klinik Pela 9 Bintaro,Fabiola Priscilla MPsi, dalam temu media Bebegames Grand Stadium di De Luca, Plaza Senayan, Jakarta.

Menurut dia, dalam bermain yang terpenting adalah makna bermain tersebut, bukanlah hasil akhir atau sasarannya.
Hal ini, lanjut Fabiola, merupakan proses belajar agar anak dapat total dalam bereksperimen mencoba perilaku baru dan menggunakannya untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Jenis permainan apa yang baik bagi si kecil?

Fabiola menjelaskan, permainan yang memberikan tantangan, seperti memanjat dan melewati rintangan bermanfaat untuk membantu anak dalam mengatasi masalahnya dalam mengerjakan pekerjaan rumah (PR) serta menghadapi tugas yang sulit.
Apalagi sang ibu atau ayah telah menunggu di garis finis. Anak akan bersemangat karena dia ingin segera mencapai tempat orang tuanya berdiri.

“Sikap ini dapat membantu anak menghadapi kesulitan hidup dengan tetap sabar serta semangat,” kata dia.

Sementara, permainan sosial yang membutuhkan kerja sama, kata dia, akan membangun sikap positif anak dalam menghadapi situasi menang atau kalah. Ada juga permainan kombinasi, yakni dalam satu permainan anak harus mengerjakan beberapa tugas, seperti meluncur, melewati rintangan, dan seterusnya.

Permainan jenis ini akan melatih anak dalam ketekunan ketika melakukan tugas yang sulit dari sekolah serta mempelajari hal-hal yang baru buatnya. Tentunya penerapan nilai-nilai positif ini tidak akan maksimal tanpa didampingi langsung oleh orangtua.

“Anak yang didukung dan diarahkan oleh orangtua dapat membangun perasaan kompeten serta percaya dengan keterampilan yang dimiliki.Inisiatif yang dicapai dapat memotivasi anak untuk terlibat dengan pengalaman baru,” ujar Fabiola.

Pentingnya dukungan orang tua saat anak bermain juga diamini oleh psikolog David Palmiter, yang juga penulis buku Working Parents, Thriving Families.

Kata dia, setiap orangtua harus meluangkan waktunya melakukan sesuatu yang menyenangkan bersama anak, seperti bermain basket, jalan-jalan di taman, atau menggambar. Pilihan permainan sepenuhnya di tangan buah hati dan semua permainan yang anak lakukan pasti bermanfaat buat perkembangannya, kecuali hanya menonton televisi.

“Orangtua tidak boleh mengoreksi perilaku atau ide yang anak sampaikan atau malah mengarahkan pembicaraan. Itu bisa dilakukan di lain waktu. Fokus hanya pada permainan apa yang anak mau dan nikmati semua yang dia kerjakan semampu yang Anda bisa,” urai Palmiter seperti dikutip laman USA Today.

Palmiter yang juga Koordinator Pelayanan Publik di American Psychological Association ini menyarankan, jangan sampai Anda menyela saat bermain dengan menjawab deringan telepon atau membaca pesan pendek.

“Ini menunjukkan kepada anak Anda bahwa ponsel Anda adalah prioritas yang lebih tinggi daripada mereka,” tuturnya.

Psikolog Mary Alvord yang memiliki klinik pribadi di Rockville, Maryland, Amerika Serikat, menambahkan bahwa orang tua dan anak-anak bisa melakukan hal-hal sederhana, seperti bermain papan lempar (board games), boling, miniatur golf, atau memasak. Bahkan, kegiatan menyenangkan ini dapat dikerjakan di dalam mobil.

”Dengan anak remaja,ini saat yang bagus untuk berdiskusi dengan mereka karena mereka seperti tawanan.Pastikan mereka tidak sambil main ponsel,” katanya.

Saat ini,kebanyakan anak dan orangtua,ungkap Alvord, melakukan kegiatan paralel seperti duduk bersama untuk menonton televisi atau pergi ke bioskop dan mereka tidak berbicara satu sama lain.

0 komentar:

Posting Komentar